KLIKJATIM.Com | Gresik – Unit Reskrim Polsek Tambak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di Pulau Bawean. Terbaru, seorang pria berinisial MD (50), warga Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, diamankan aparat kepolisian di kediamannya pada Selasa (5/8/2025).
MD diduga kuat terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu klip sabu sebagai barang bukti. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Saat proses pengiriman, ia mendapat pengawalan ketat dari petugas dan kedua tangannya diborgol.
Kapolsek Tambak, Iptu Mustofa, belum memberikan keterangan resmi. "Nanti saja ya," ujarnya singkat saat mendampingi pengiriman pelaku menggunakan kapal Express Bahari menuju Gresik.
Terkait penangkapan ini, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean, KH Fauzi Rauf, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Polsek Tambak. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menangkal peredaran narkoba di wilayah kepulauan.
Baca juga: Tangkap Dua Bandar, Polres Jember Sita 1,3 Kilogram Sabu-sabu“Atas nama PC NU Bawean dan masyarakat secara umum, saya mengapresiasi kerja keras kepolisian sektor Tambak dalam menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba. Ini langkah penting untuk menjaga generasi muda Bawean,” ungkapnya, Rabu (6/8/2025).
Baca juga: Kapasitas Kapal Tak Bertambah, Penumpang Arus Balik dari Pulau Bawean ke Daratan Gresik Terlantar
Kiai Fauzi juga mengingatkan bahwa maraknya penangkapan pelaku narkoba menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini di Pulau Bawean.
“Ini seperti fenomena gunung es. Yang tampak hanya sedikit, tapi di bawahnya jauh lebih banyak dan mengkhawatirkan,” tegasnya.
Baca juga: Kado Ramadan untuk Santri, Bank Jatim Hibahkan Mobil Operasional bagi Ponpes dan Ansor Bawean
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba.
“Penanganan masalah narkoba harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Tidak cukup hanya polisi, semua elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama dan pemuda, harus ikut bergerak bersama,” tambahnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar