Taman Nasional Bromo Tegger Semeru Siap Siaga Hadapi Kebakaran Hutan Lahan

Reporter : Apriliana Devitasari
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meningkatkan kesiapsiagaan petugas untuk menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

KLIKJATIM.Com | Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meningkatkan kesiapsiagaan petugas untuk menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan tersebut selama musim kemarau 2026.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan pihaknya telah melakukan upaya guna memastikan kesiapan petugas menghadapi karhutla melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan lapangan.

Baca juga: Sampah Bawaan Wisatawan di Gunung Bromo Capai 1 Ton

"Petugas sudah semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena kami selalu meningkatkan kesiapsiagaan untuk ini (karhutla)," kata Endrip.

TNBTS menyatakan sejumlah titik di kawasan tersebut menjadi lokasi rawan karhutla, misalnya di sekitar kawasan Gunung Bromo yang meliputi Keciri, Mungal, area penanjakan, Bukit Kedaluh, Lemah Pasar, Lembah Watangan, B-29, Jantur, Bantengan, dan Jemplang.

Sedangkan, di sekitar Gunung Semeru meliputi Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Jambangan, dan Kalimati.

Dalam persoalan karhutla, kata dia, petugas tidak hanya fokus pada langkah penanganan sampai akhir, tetapi perlu memiliki pemahaman mendalam terkait pola mitigasi.

Baca juga: Gunung Semeru Ditutup, Ratusan Pendaki Dievakuasi

Maka dari itu kesiapsiagaan dari setiap petugas begitu diperlukan sehingga tak sampai terjadi kebakaran di kawasan TNBTS.

Untuk pola penanganan yang paling utama ditekankan adalah mekanisme pembagian dan koordinasi antar regu. Sedangkan, upaya pencegahannya adalah pelatihan deteksi dini.

Petugas, kata dia, telah dibekali kemampuan membuat sekar bakar darurat, menyiapkan jalur evakuasi, dan proses mop-up atau tahap pembahasan lokasi karhutla setelah pemadaman.

Baca juga: TNBTS Tegaskan Aktivitas Paralayang di Bromo Dilarang

Pihaknya juga secara rutin memastikan kesiapan peralatan penunjang, seperti alat pelindung diri (APD), radio komunikasi, hingga perlengkapan pemadaman api.

"Kemudian ada kemampuan teknis pemadaman, jadi bukan hanya memadamkan api secara manual tetapi juga bagaimana menggunakan peralatan, seperti knapsack sprayer dan blower," ujar dia.

Diharapkan peningkatan kesiapsiagaan mampu meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan kejadian karhutla selama berlangsungnya musim Kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering serta panas karena pengaruh El Nino.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru