Dari Kelas ke Panggung Nasional, Orkestra SMANUSA Gresik Tampil Memukau di Giri Pancasuar Awards 2026

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Nusa Octave Orchestra saat tampil di Giri Pancasuar Awards 2026. (Dok/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Penampilan Nusa Octave Orchestra SMA Nahdhatul Ulama Satu (SMANUSA) Gresik menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian dalam malam penganugerahan Giri Pancasuar Awards (GPA) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik di Hotel Aston Gresik, Rabu (5/8/2026).

Puluhan pelajar yang tergabung dalam kelompok orkestra tersebut berhasil memukau ratusan tamu undangan lewat harmonisasi musik yang memadukan instrumen tiup, gesek, dan perkusi. Penampilan mereka menjadi pelengkap kemeriahan ajang penghargaan bagi tokoh dan lembaga inspiratif di Kabupaten Gresik.

Baca juga: Guncang Gressmall! Smanusa Exhibition 2026 Buktikan Siswa Gresik Tak Hanya Jago Teori, Tapi Mahir Beraksi

Di balik penampilan yang memikat itu, tersimpan proses pembinaan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pelatih Nusa Octave Orchestra, Dirgo Roslukita, mengungkapkan dirinya mulai bergabung sebagai asisten pelatih pada 2015 sebelum dipercaya menjadi pelatih utama sejak 2020.

"Perjalanannya tidak mudah. Pada awalnya kami harus mengenalkan instrumen musik barat kepada siswa, termasuk mengajarkan cara membaca notasi balok. Semua membutuhkan proses, disiplin, dan ketekunan," ujarnya.

Dirgo menjelaskan, Nusa Octave Orchestra berdiri sejak 2010 dan kini telah memasuki generasi ke-16. Dari yang semula hanya beranggotakan sekitar 10 siswa, kini ekstrakurikuler tersebut diikuti antara 100 hingga 250 pelajar setiap tahunnya.

Menurutnya, penggunaan instrumen musik orkestra dipilih bukan hanya karena berstandar internasional, tetapi juga mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi para siswa selama menjalani proses latihan.

Ia menuturkan, menguasai alat musik seperti biola, trompet, trombon, maupun flute membutuhkan latihan yang panjang dan berkelanjutan.

Baca juga: Belajar di Rumah, Siswa SMANUSA Lestarikan Cagar Budaya Gresik Lewat Karya

"Untuk menghasilkan suara yang baik saja membutuhkan waktu. Pemain alat musik tiup juga harus terus melatih pernapasan. Kalau dua hari tidak latihan, biasanya kemampuan mulai menurun," katanya.

Lulusan SMK Negeri 12 Surabaya jurusan musik yang melanjutkan studi di Program Studi Seni Musik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu bersyukur fasilitas orkestra di SMANU 1 Gresik kini jauh lebih lengkap dibandingkan saat awal pembinaan.

Menurutnya, meski harga setiap instrumen mencapai sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta dengan biaya perawatan yang tidak sedikit, dukungan sekolah membuat proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal.

Berbagai panggung bergengsi pun telah mereka jajaki. Nusa Octave Orchestra pernah tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo, mengisi acara di Gedung Negara Grahadi, hingga berkolaborasi dengan musisi nasional seperti Nyi Tjondrolukito Utami dan Yuni Shara.

Sejumlah alumninya bahkan telah berkarier sebagai musisi profesional, termasuk menjadi pemain pengiring penyanyi Denny Caknan.

Dirgo menyebut latihan rutin digelar dua kali setiap pekan dengan durasi lebih dari dua jam. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan kualitas orkestra tidak lepas dari peran para alumni yang terus mendampingi proses regenerasi.

"Ekstrakurikuler ini bukan sekadar tempat belajar musik, tetapi sudah menjadi keluarga. Alumni masih sering datang untuk berbagi ilmu dan membantu proses regenerasi agar kualitas orkestra tetap terjaga," pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru