KLIKJATIM.Com | Surabaya - Data kecelakaan setiap mudik lebaran yang fluktuatif mendapat sorotan dari Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Jawa Timur. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan kecelakaan masih tinggi di setiap momen pulang kampung.
Pengurus A2K3, Edi Priyanto menyebut masalah budaya disiplin yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan. Sedangkan faktor kedua disebabkan infrastruktur yang meliputi jalan, jembatan, tidak adanya rambu-rambu, dan masalah lain.
“Dalam dunia K3, kita mengenalnya dengan dua jenis penyebab kecelakaan. Yakni unsafe act (tindakan tidak aman) dan unsafe condition (kondisi tidak aman). Keduanya saling berkaitan dalam setiap kejadian baik di luar maupun di dalam lingkungan kerja,” kata Edi Priyanto, Minggu (24/4/2022).
Pria yang juga pegiat lingkungan hidup ini menilai bahwa ancaman, bahaya dan potensi risiko setiap mengemudi selalu ada, di mana saja dan kapan saja. Itu sebabnya dia mengingatkan budaya disiplin dalam setiap berkendara harus ditanamkan.
“Kecelakaan bisa dihindari bila mematuhi risiko dan menegakkan budaya disiplin keselamatan. Ini penting karena masih dijumpai kecelakaan bukan disebabkan kelalaian pengemudi, tapi orang lain yang abai dengan kepatuhan disiplin,” Edi menambahkan.
Ada beberapa tips bagi pemudik yang dibagikan pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu. Pengemudi motor maupun mobil, diminta mengetahui kondisi fisik dan kesehatan masing-masing. Kesehatan pengemudi adalah prioritas karena yang mengetahui dan merasakan bukan orang lain.
Apabila ada gangguan kesehatan dia meminta pengemudi memeriksakan diri ke puskesmas atau klinik. Pemeriksaan ini penting sebagai antisipasi segala risiko di jalan. Dia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk mencari informasi klinik, puskesmas, maupun bengkel di jalan yang hendak dilalui.
“Penting pula mengecek kondisi kendaraan beberapa hari sebelum berangkat. Tekanan ban, kondisi mesin, oli mesin, rem, lampu, sabuk pengaman, kotak kesehatan dan peralatan, serta spion harus laik jalan. Bila perlu kendaraan dibawa ke bengkel dan konsultasi dengan mekanik,” tegas Edi.
Barang bawaan pemudik juga menjadi sorotan A2K3. Kerap perbekalan mengganggu keamanan dan kenyamanan pengemudi selama mudik. Sudut pandang pengemudi yang terbatas akibat banyaknya perbekalan bisa mengundang risiko kecelakaan.
Ditegaskan Edi bahwa A2K3 memiliki tanggung jawab mengingatkan kepada pemudik pentingnya budaya disiplin keselamatan di jalan. Masalahnya angka kecelakaan selama mudik tidak hanya disebabkan faktor eksternal, tetapi juga internal.
“Ini bukan persoalan keselamatan di tempat kerja. Tetapi lebih kepada bagaimana menghindari risiko dan berbudaya disiplin. Ingat menangani kejadian itu mahal,” tegas Edi.
Tradisi mudik tahun ini telah dilonggarkan pemerintah setelah dua tahun bergulat dengan virus corona. Namun pemerintah tetap mewajibkan pemudik telah mendapatkan vaksin booster untuk menekan angka penularan dan menghambat gelombang ketiga corona. (arif)
Editor : Redaksi
Lowongan Kerja Bank HSBC Indonesia Agustus 2026, Ini Formasinya
Bank HSBC Indonesia kembali membuka lowongan kerja pada Agustus 2026. Kesempatan berkarier ini terbuka bagi lulusan sarjana (S1), baik yang telah berpengalaman…
Pengguna Home Charging PLN Tembus 92 Ribu, Adopsi Kendaraan Listrik Kian Meningkat
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan l…
Khofifah Terima Delegasi Armada Angkatan Laut RRT, Perkuat Persahabatan dan Transfer Teknologi Industri Perkapalan
Kenalkan Salak Madu Hingga Penjajakan Kerja Sama Sektor Industri dan Teknologi Perkapalan.…
Rekam Istri Tetangga Saat Mandi, Mantan Kades di Nganjuk Dipolisikan
Seorang mantan kepala desa (kades) di Kabupaten Nganjuk dilaporkan ke polisi karena diduga merekam istri tetangganya usai mandi. Kasus tersebut kini masih dalam…
BB POM Surabaya Musnahkan 97.676 Obat Ilegal
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Surabaya, Jawa Timur, memusnahkan sebanyak 97.676 tablet obat ilegal yang mengandung obat-obat tertentu (OOT)…
Hina Pasien BPJS, Dokter Puskesmas Pakisaji Malang Dinonatifkan
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengambil tindakan tegas terhadap seorang dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji yang diduga mengunggah komentar tidak berempa…