KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kinerja operasional subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menunjukkan pergerakan positif pasca-merger. Sejumlah indicator yang ditunjukkan adalah peningkatan layanan yang salah satunya adalah port stay atau waktu singgah kapal.
Corporate Secretary Subholding SPTP, Widyaswendra mengatakan perseroan milik negara ini telah melakukan standarisasi dan digitalisasi layanan, yang di antaranya bisnis proses, pengaturan jam kerja bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM), dan peningkatan kehandalan peralatan penunjang kegiatan terminal.
“Percepatan waktu singgah kapal ini menjadikan kapal dapat segera berlayar dan diharapkan dapat memangkas biaya logistik. Seperti port stay di Terminal Petikemas Makassar dari 30 jam menjadi 24 jam,” kata Widyaswendra, Sabtu (30/4/2022).
Peningkatan kinerja juga berdampak pada kedatangan kapal yang sudah terjadwal dalam berthing windows. Dengan standardisasi yang merata di terminal yang dikelola SPTP, jadwal kedatangan kapal dalam berthing windows lebih baik dan minim keterlambatan.
“Salah satu shipping line yang memiliki dua berthing windows di Makassar dengan rute Makassar-Surabaya dan Makassar-Semarang-Jakarta-
Selain di TPK Makassar, peningkatan kinerja operasional juga tercatat di TPK Belawan. Port stay di terminal tersebut membaik dari rata-rata 36 jam menjadi 20 jam. Demikian halnya dengan TPK Ambon yang mencatat waktu singgah kapal dari 72 jam menjadi 36 jam.
"Selain tiga terminal peti kemas tersebut, upaya standardisasi juga kami lakukan di 27 terminal lainnya. Dalam waktu dekat, kami berupaya melakukan standardisasi di TPK Sorong, Pantoloan, Perawang, Kendari, dan Jayapura,” lanjut Widyaswendra.
Sementara itu, Kepala PT Tanto Intim Line Cabang Ambon Vence Pattiwael mengungkapkan peningkatan kinerja operasional di TPK Ambon mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Pihaknya mengaku saat ini waktu bongkar muat kapal dengan muatan 600 peti kemas dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 36 jam.
“Kami pernah mengalami bongkar muat 200 peti kemas sampai memakan waktu lebih dari 3 hari. Dengan sistem yang ada saat ini tentu lebih cepat dan yang terpenting untuk layanan administrasi sudah dapat diakses dengan telepon, tidak perlu antre,” urainya.
Hal senada disampaikan Kepala PT Meratus Line Cabang Makassar Steven Kristanto yang menyebut layanan pengaduan pelanggan di TPK Makassar sudah lebih baik. Menurutnya TPK Makassar lebih tanggap dalam menindaklanjuti pengaduan shipping line. Hal itu juga berdampak pada kepercayaan pelanggan terhadap layanan pengiriman barang yang dilakukan Meratus Line. (arif)
Editor : Redaksi
Lowongan Kerja Bank HSBC Indonesia Agustus 2026, Ini Formasinya
Bank HSBC Indonesia kembali membuka lowongan kerja pada Agustus 2026. Kesempatan berkarier ini terbuka bagi lulusan sarjana (S1), baik yang telah berpengalaman…
Pengguna Home Charging PLN Tembus 92 Ribu, Adopsi Kendaraan Listrik Kian Meningkat
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik terus menunjukkan tren positif. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan l…
Khofifah Terima Delegasi Armada Angkatan Laut RRT, Perkuat Persahabatan dan Transfer Teknologi Industri Perkapalan
Kenalkan Salak Madu Hingga Penjajakan Kerja Sama Sektor Industri dan Teknologi Perkapalan.…
Rekam Istri Tetangga Saat Mandi, Mantan Kades di Nganjuk Dipolisikan
Seorang mantan kepala desa (kades) di Kabupaten Nganjuk dilaporkan ke polisi karena diduga merekam istri tetangganya usai mandi. Kasus tersebut kini masih dalam…
BB POM Surabaya Musnahkan 97.676 Obat Ilegal
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Surabaya, Jawa Timur, memusnahkan sebanyak 97.676 tablet obat ilegal yang mengandung obat-obat tertentu (OOT)…
Hina Pasien BPJS, Dokter Puskesmas Pakisaji Malang Dinonatifkan
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengambil tindakan tegas terhadap seorang dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji yang diduga mengunggah komentar tidak berempa…