KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik mencatat kinerja operasional positif sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni, total arus bongkar muat di Pelabuhan Gresik mencapai 2,29 juta ton atau meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut memperkuat peran Pelabuhan Gresik sebagai salah satu simpul logistik utama di Jawa Timur yang menopang distribusi barang dan kebutuhan industri.
Kenaikan volume terjadi hampir di seluruh kelompok komoditas. Arus curah cair tumbuh 12 persen, dari 387 ribu ton pada Semester I 2025 menjadi 434 ribu ton pada periode yang sama tahun ini. Komoditas yang ditangani meliputi aspal, propylene, crude palm oil (CPO), dan condensate.
Sementara itu, arus curah kering mengalami lonjakan dari 403 ribu ton menjadi 599 ribu ton. Peningkatan didominasi komoditas bungkil, batu split, dan pasir.
Pada segmen general cargo, volume bongkar muat juga meningkat dari 1,14 juta ton menjadi 1,26 juta ton. Komoditas yang dilayani antara lain kayu log, pupuk, semen, besi, hingga tiang pancang yang mendukung aktivitas industri dan pembangunan infrastruktur.
Dari sisi pelayanan kapal, Pelabuhan Gresik mencatat Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) mencapai 85,50 persen, serta tingkat utilisasi lapangan sebesar 48,53 persen. Selama Semester I 2026, pelabuhan menangani sekitar 600 permohonan pelayanan bongkar muat dari para pengguna jasa.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, mengatakan peningkatan aktivitas bongkar muat menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan Pelabuhan Gresik.
"Capaian kinerja Semester I Tahun 2026 merupakan hasil sinergi seluruh insan Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, serta dukungan dan kepercayaan pelanggan, mitra kerja, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan. Kepercayaan pelanggan merupakan amanah yang akan terus kami jaga melalui pelayanan yang profesional, aman, dan andal," ujarnya.
Hingga pertengahan tahun ini, Pelabuhan Gresik tercatat memiliki 32 pelanggan aktif dengan penambahan tiga pelanggan baru. Hasil survei kepuasan pelanggan juga menunjukkan tren positif terhadap kualitas layanan bongkar muat yang diberikan.
Selain mengejar produktivitas, Pelindo Multi Terminal Branch Gresik juga mempertahankan aspek keselamatan kerja. Sepanjang Semester I 2026, operasional pelabuhan berhasil mencatat Zero Accident dan Zero Lost Time Injury (LTI).
Budaya keselamatan diperkuat melalui 666 kali pelaksanaan safety briefing, simulasi tanggap darurat, serta penerapan standar keamanan pelabuhan sesuai International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Memasuki Semester II 2026, Pelindo Multi Terminal Branch Gresik menargetkan peningkatan kapasitas layanan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus logistik.
"Kami akan terus meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan fasilitas pelabuhan, memperkuat budaya keselamatan kerja, serta memanfaatkan teknologi agar pelayanan semakin cepat, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Kami optimistis Pelabuhan Gresik akan terus berkontribusi dalam memperlancar rantai pasok nasional dan mendukung pertumbuhan industri di Jawa Timur," kata Sutopo.
Editor : Abdul Aziz Qomar