KLIKJATIM.Com | Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melepas 45 siswa yang tergabung dalam kontingen Jawa Timur untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Pelepasan berlangsung di Badan Penghubung Provinsi Jawa Timur, Jakarta, Sabtu (25/7).
Dalam seremoni tersebut, Khofifah secara simbolis menyematkan jaket kontingen kepada perwakilan peserta didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Di hadapan para peserta, guru pembimbing, dan pendamping, Khofifah menyampaikan optimisme bahwa Jawa Timur mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum LKS Nasional. Ia berharap seluruh peserta mampu tampil maksimal dan membawa pulang sebanyak mungkin medali.
"Semua peserta lomba dari Bumi Majapahit luar biasa. Kita sudah mencatat hattrick juara umum, mudah-mudahan tahun ini kembali meraih medali sebanyak-banyaknya dan mempertahankan gelar juara umum untuk Jawa Timur," ujar Khofifah.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Timur selama ini tidak terlepas dari kolaborasi antara sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, hingga orang tua dalam membina talenta vokasi.
"Kekuatan Jawa Timur ada pada ekosistemnya. Ketika sekolah, guru, pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan para orang tua bergerak bersama, lahirlah talenta-talenta terbaik. Sinergi inilah yang harus terus kita rawat untuk membawa Jawa Timur kembali menjadi juara umum," katanya.
Khofifah juga mengajak seluruh kontingen memanjatkan doa agar seluruh rangkaian kompetisi berjalan lancar dan menghasilkan prestasi terbaik bagi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, LKS Nasional 2026 akan dilaksanakan melalui dua skema, yakni daring dan luring. Kontingen Jawa Timur mengikuti 38 bidang kompetisi yang terdiri atas 19 bidang secara daring dan 19 bidang secara luring, termasuk satu bidang eksibisi Artificial Intelligence.
Sebanyak 45 siswa diterjunkan dalam ajang tersebut, terdiri dari 21 peserta kategori daring dan 24 peserta kategori luring maupun eksibisi. Mereka berasal dari 29 SMK negeri dan swasta di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Bidang yang diperlombakan meliputi teknologi digital, teknik dan rekayasa, konstruksi, otomotif, ketenagalistrikan, desain, kesehatan, pariwisata, kecantikan, kemaritiman, pertanian, hingga kompetensi unggulan lainnya.
Khusus bidang Artificial Intelligence yang menjadi kategori eksibisi, Jawa Timur diwakili tiga siswa dari SMK Telkom Sidoarjo. Eksibisi dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026 di SMKN 4 Jakarta Utara.
Aries mengatakan, lomba daring akan dipusatkan di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, sedangkan kompetisi luring digelar di sejumlah lokasi di wilayah Depok, Jakarta, dan Banten.
Untuk mempersiapkan peserta, Dinas Pendidikan Jatim menerapkan strategi pembinaan 3M, 3B, dan 3S. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada pembentukan mental juara, kemandirian, motivasi tinggi, disiplin belajar dan berlatih, serta kesiapan menghadapi pertandingan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Dari 21 wakil Indonesia yang akan tampil pada WorldSkills Championship (WSC) di Shanghai, enam di antaranya berasal dari Jawa Timur.
Ketua Tim Sukses LKS Nasional Jawa Timur, Parnoto, menambahkan bahwa persiapan kontingen telah dilakukan sejak Januari 2026 melalui seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Para peserta kemudian menjalani pembinaan intensif, latihan fisik, pembinaan mental dan spiritual, serta simulasi kompetisi sesuai standar nasional maupun WorldSkills.
Menurutnya, dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kontingen optimistis mampu mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya.
"Dengan ikhtiar bersama dan izin Allah SWT, kami optimistis Jawa Timur dapat mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya. Target kami minimal menyamai capaian tahun lalu dengan sekitar 20 medali emas nasional, bahkan melampauinya," ujar Parnoto.
Editor : Abdul Aziz Qomar