klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Inovasi Pembangunan Keluarga Berbuah Prestasi, Kabupaten Gresik Raih Lima Penghargaan Harganas Jatim

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani saat menerima penghargaan dalam Harganas ke-33 dari Wagub Jatim Emil Dardak . (Dok)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani saat menerima penghargaan dalam Harganas ke-33 dari Wagub Jatim Emil Dardak . (Dok)

KLIKJATIM.Com | Malang – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani berhasil membawa pulang lima penghargaan atas komitmen dan inovasi dalam pembangunan keluarga.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin.

Lima penghargaan yang diraih Kabupaten Gresik meliputi penghargaan atas komitmen inovasi dan program unggulan Bupati, pembentukan TPA/TAMASYA (Tempat Penitipan Anak/Taman Asuh Sayang Anak) jalur pemerintah, capaian peserta keluarga berencana (KB) di atas 100 persen, penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan, serta penghargaan atas inovasi dan program unggulan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat peran keluarga sebagai tempat pertama dalam membentuk karakter generasi penerus.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader dan Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat," ujar Emil.

Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Emil menekankan bahwa kehadiran seorang ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus dirasakan secara emosional oleh anak-anak.

"Hari ini sangat mungkin kita berada di rumah, tetapi masing-masing sibuk dengan dunianya sendiri. Kehadiran ayah harus benar-benar dirasakan oleh anak-anak," katanya.

Usai menerima penghargaan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Gresik yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program pembangunan keluarga.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Apresiasi dan penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur ini untuk masyarakat Kabupaten Gresik. Mudah-mudahan inovasi dan program unggulan seperti TPA/TAMASYA Masmundari ini terus bisa memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Gus Yani.

Ia menegaskan, tema Harganas 2026 menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan keluarga, termasuk melalui keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak. Di sisi lain, percepatan penanganan stunting juga harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

"Upaya percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Terima kasih juga kepada Tim Penggerak PKK yang telah membantu pemerintah dalam mengoptimalkan TPA/TAMASYA Masmundari dan pengawasan menu Makan Bergizi Gratis di dapur SPPG yang telah berjalan baik di Kabupaten Gresik," tandasnya.

Peringatan Harganas ke-33 Provinsi Jawa Timur dihadiri para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, Ketua TP PKK kabupaten/kota, kepala dinas yang membidangi pengendalian penduduk dan keluarga berencana, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PKK, kader Posyandu, Duta Generasi Berencana (Genre), kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), kader kelompok kegiatan (Poktan), penyuluh agama, serta tokoh masyarakat.

Editor :