klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gandeng Pakar Unair Suko Widodo, YIMI Gresik Asah Komunikasi Guru Hadapi Murid Era Digital

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Pelatihan bertajuk “Generasi Digital, Krisis Konsentrasi: Strategi Komunikasi Guru Menghadapi Anak di Era Gadget”  untuk membekali guru YIMI.
Pelatihan bertajuk “Generasi Digital, Krisis Konsentrasi: Strategi Komunikasi Guru Menghadapi Anak di Era Gadget” untuk membekali guru YIMI.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI) Gresik menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi sekitar 55 tenaga pendidik di bawah naungannya, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di SD YIMI, Jalan KH. Agus Salim No. 37 Gresik tersebut diikuti oleh para guru lintas jenjang, mulai dari KB-TK, SD, hingga SMP YIMI.

Pelatihan bertajuk “Generasi Digital, Krisis Konsentrasi: Strategi Komunikasi Guru Menghadapi Anak di Era Gadget” ini dihadirkan untuk membekali pendidik agar mampu merespons pergeseran karakter peserta didik di era teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar pendidikan.

Membuka agenda pelatihan, Divisi Pendidikan YIMI, Husin Syahab, S.H., dalam paparannya yang bertema "Belajarlah, Sebelum Hidup Memaksa Kita Belajar", menekankan pentingnya meluruskan niat dan motivasi mengajar sebagai bagian dari ekspresi keimanan.

"Menjadi pendidik merupakan ladang pahala yang sangat luar biasa. Syariat Islam menempatkan ilmu dan pendidik di tempat yang amat mulia, bukan hanya berdasarkan dalil serta nasihat para sahabat, tetapi juga memiliki landasan hukum yang mendalam," tutur Husin Syahab, Sabtu (1/8/2026).
Ubah Cara Mengajar, Jangan Ubah Tujuan Mengajar
Sesi inti pelatihan diisi oleh Akademisi sekaligus Dosen Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. Ia mengulas secara mendalam strategi komunikasi guru dalam menghadapi Generasi Alpha yang tumbuh erat dengan smartphone, tablet, kecerdasan buatan (AI), serta internet. Karakteristik anak era digital yang visual, intuitif, dan berekspektasi tinggi terhadap interaktivitas menuntut metode mengajar yang lebih fleksibel.

"Kita tidak bisa mengajar generasi baru dengan memahami mereka menggunakan cara berpikir generasi lama. Generasi Alpha belajar melalui inovasi seperti gamifikasi, eksplorasi, AI, serta pengalaman langsung. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan," papar Dr. Suko Widodo.
Pakar komunikasi ini menegaskan bahwa gadget bukanlah musuh pendidikan. Tantangan sebenarnya muncul ketika pembelajaran di kelas terasa monoton dibandingkan konten digital.

"Ubah cara mengajar, bukan tujuan mengajarnya. Kita mengubah metode, media, dan pendekatan, namun tetap memegang teguh penanaman karakter, disiplin, kejujuran, serta tanggung jawab. Teknologi akan terus berubah dan aplikasi akan berganti, namun kebutuhan anak akan sosok guru yang peduli, menginspirasi, dan membimbing tidak akan pernah usang," tegas Suko.
Dorong Lingkungan Belajar Inklusif dan Empathic
Pelatihan yang diawali dengan sosialisasi penginputan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) oleh Koordinator Staf YIMI, H. Selamet, S.Pd., M.Psi., M.M., ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Wakil Kepala SD YIMI, Ustadz Abdur Rokhim, S.Pd.I., menuturkan bahwa materi yang disampaikan membuka kesadaran baru akan pentingnya komunikasi adaptif di ruang kelas.

"Keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam membangun komunikasi yang empatik, adaptif, dan bermakna. Pengetahuan ini akan kami terapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif," ungkap Abdur Rokhim.
Hal senada diutarakan oleh guru SMP YIMI, Titik Ernawati. Menurutnya, pelatihan ini menjadi pelecut semangat bagi para tenaga pendidik untuk kian melek teknologi dan inovatif.

"Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di era teknologi. Kuncinya adalah ubah cara mengajar, bukan tujuan mengajar. Guru yang baik tahu bagaimana membawa dan melejitkan potensi terbaik dalam diri siswanya," pungkas Titik.

Editor :