Penulis: KKN-BBK 8 Universitas Airlangga // Gisellyn Vanessa Susanto
KLIKJATIM.Com | Gresik – Berkunjung ke Gresik rasanya belum lengkap jika pulang tanpa membawa oleh-oleh. Kota yang dikenal sebagai Kota Santri ini tak hanya menyimpan jejak sejarah dan wisata religi, tetapi juga kekayaan kuliner yang telah diwariskan turun-temurun.
Di balik gang-gang sederhana Kelurahan Sukodono, Kecamatan Gresik, aroma masakan tradisional masih mengepul dari dapur para pelaku UMKM. Dari tangan mereka lahir aneka kuliner khas yang tak hanya menggoyang lidah, tetapi juga menjadi identitas daerah.
Potensi inilah yang kemudian diangkat oleh mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga (Unair) melalui sebuah guidebook digital bertajuk "Sukodono Gemilang". Buku panduan daring tersebut mengajak wisatawan mengenal berbagai UMKM kuliner di Sukodono sekaligus memudahkan mereka mencari buah tangan khas Gresik. (Guidebook digital ini dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/SUKODONOGEMILANG sebagai panduan wisata kuliner dan oleh-oleh khas Gresik).
Salah satu kuliner yang paling ikonik tentu saja pudak. Jajanan tradisional berbahan tepung beras dan gula ini telah lama menjadi simbol oleh-oleh khas Gresik. Keunikannya tidak hanya terletak pada rasa manis yang lembut, tetapi juga pada bungkusnya yang menggunakan pelepah pinang atau ope. Pembungkus alami tersebut memberikan aroma khas yang sulit ditemukan pada makanan lain.
Di Sukodono, pudak diproduksi oleh sejumlah UMKM, di antaranya Pudak Ecco dan Toko Sari Kelapa yang telah menjadi tujuan para pemburu oleh-oleh.
Tak jauh dari sana, olahan otak-otak bandeng juga menjadi primadona. Berada di kawasan pesisir membuat Gresik memiliki hasil laut yang melimpah, termasuk ikan bandeng yang diolah menjadi makanan bercita rasa gurih dengan sentuhan bumbu rempah khas. Produk ini dapat dinikmati sebagai camilan maupun lauk pendamping nasi hangat.
Toko Sari Kelapa dan Otak-Otak Bandeng Kang Wahab menjadi dua nama yang dikenal masyarakat sebagai produsen otak-otak bandeng khas Sukodono.
Ada pula sajian yang mungkin belum banyak dikenal wisatawan, yakni olahan telur ikan. UMKM Telur Ikan Sindujoyo "Bu Imah" menghadirkan beragam menu berbahan telur ikan, mulai dari telur ikan bader, telur ikan kakap, telur kepiting, hingga pepes dan lontongan. Perpaduan rasa gurih dan pedas membuat kuliner ini menjadi favorit pecinta makanan laut.
Bagi penanggung jawab program KKN, Adit, keberadaan guidebook digital tersebut bukan sekadar katalog kuliner, melainkan upaya memperluas promosi UMKM melalui media digital.
"Tujuan program ini adalah memanfaatkan media sosial dan media online untuk memperkenalkan produk-produk UMKM di Kelurahan Sukodono. Kami berharap guidebook ini menjadi referensi bagi masyarakat yang berkunjung ke Gresik untuk mencari oleh-oleh khas, khususnya dari Sukodono," ujarnya.
Lebih dari sekadar memuat tiga rekomendasi kuliner, "Sukodono Gemilang" juga merangkum berbagai UMKM lain yang ada di kelurahan tersebut. Melalui panduan digital ini, mahasiswa KKN Unair berharap wisatawan semakin mudah menemukan cita rasa autentik Gresik, sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar di era digital.
Sebab, setiap oleh-oleh yang dibawa pulang bukan hanya menyimpan kelezatan, tetapi juga menjadi cerita tentang tradisi, kerja keras para pelaku usaha lokal, dan kekayaan kuliner yang terus dijaga oleh masyarakat Sukodono.
Editor : Abdul Aziz Qomar